Mengenal berbagai jenis sinar Ultra Violet
Information
20 Nov 2020
Share

Sebagai negara tropis yang mana hanya memiliki 2 musim yaitu musim hujan dan musim panas, matahari di Indonesia cukup dihindari oleh para masyarakatnya utamanya ketika musim panas tiba. Sinar dari matahari pada saat musim ini cukup menyengat dan terasa membakar kulit. Bagi anda yang ingin merasakan manfaat sinar matahari seperti vitamin D, anda harus memperhatikan waktu yang baik jika ingin berjemur dibawah sinar matahari langsung.

Menurut WHO World Health Organization, sinar UV dikelompokkan dari 1-10, dan pukul 09.00-10.00 menjadi waktu terbaik untuk memperoleh vitamin D dari sinar matahari. Karena pada waktu ini, sinar UV berada di kadar terendah yaitu 1. Karena jika melebihi waktu tersebut sinar matahari justru akan berbahaya utamanya untuk kesehatan kulit karena kadar sinar ultraviolet menjadi sangat tinggi.

Bagi anda yang masih asing dengan sinar UV, sinar UV atau Sinar Ultraviolet adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang berasal dari matahari. Sinar UV sendiri tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Tapi, beberapa hewan seperti lebah, burung, dan juga kupu-kupu dapat melihat sinar UV dengan jelas. Sinar yang dikenal dengan dampak buruknya untuk kesehatan manusia ini ternyata tidak semua sinarnya yang berasal dari matahari ini dapat mencapai ke permukaan bumi. Karena lapisan ozon berhasil untuk mencegah sinar ultraviolet tertentu untuk bisa mencapai ke bumi.


Nah, jenis dari sinar ultraviolet ini sendiri terdapat 3 macam diantaranya ada sinar UVA, sinar UVB, dan juga sinar UVC. Dari ketiga jenis sinar UV ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Sinar UVA. Jenis sinar UV yang pertama adalah sinar UVA yang mana memiliki panjang gelombang 315-400 nm (nanomater) dan merupakan sinar UV yang gelombangnya paling panjang dibanding sinar UV yang lain. Sinar UVA ini dianggap sebagai sinar ultraviolet yang paling kuat dan dapat menembus awan serta kaca. Bahkan pada saat cuaca mendung ataupun sedang hujan sinar UVA tetap ada. Sinar UVA juga dapat menyerap lebih dalam hingga ke lapisan dermis, yaitu lapisan kulit  kedua setelah epidermis. Dermis ini berfungsi sebagai pelindung dalam kulit dan tubuh.

Kedua sinar UVB. Sinar UVB adalah sinar ultraviolet yang berada pada pita gelombang dengan panjang 280 – 315 nm. Sinar UVB sendiri memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dan tingkat energinya yang lebih tinggi. Sinar ultraviolet jenis ini dapat terserap oleh awan dan tidak mampu menembus kaca. Karena UVB sendiri sebagian dapat diserap oleh lapisan ozon, namun sebagian lagi masih dapat menembus atmosfer.  
Tapi paparan sinarnya hanya dapat menjangkau lapisan epidermis (lapisan terluar) kulit, namun sinar UVB dapat membuat kulit memerah, perih dan juga terbakar.
Ketiga, jenis terakhir adalah sinar UVC. Jenis sinar ini memiliki panjang gelombang yang paling pendek dari sinar UV lain yaitu 180 – 280 nm dan tingkat energinya merupakan yang paling tinggi dimana jenis sinar uvc berbahaya utamanya bagi kulit. Meski begitu, radiasi sinar UVC tidak dapat menembus lapisan ozon sehingga sinar ini tidak mampu mencapai permukaan bumi.

Meski sinar UV cukup berbahaya untuk kulit manusia jika terpapar secara langsung, namun sinar UV memiliki kelebihan atau manfaat yang baik untuk tubuh seperti meningkatkan produksi dari vitamin D, memperbaiki kualitas tidur, mencegah depresi, mengobati penyakit kulit, mengurangi resiko kanker dan meningkatkan sistem imun tubuh.
 

* * * *
More News From Us
Find Our Products

Proteksi Superior Polusi Udara, lindungi diri mu sekarang!
Temukan produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anda