Hasil Penelitian terhadap Lampu UVC atau Sinar UVC
Information
25 Nov 2020
Share

Penggunaan sinar uvc untuk sterilisasi sebenarnya telah sejak lama diterapkan, dan kini di tengah maraknya pandemi virus Covid 19 atau virus Corona maka sinar uvc corona pun mulai dipelajari dan diteliti lebih lanjut.


Hasil Penelitian Sinar UVC
Para pakar tim ilmuwan di Columbia University Irving Medical Center telah meneliti dan mendapatkan hasil bahwa dosis rendah ultraviolet C 222 nm far dosis rendah atau far UVC mampu untuk menonaktifkan hingga sebesar 99,9% virus corona musiman aerosolized HCoV 229E serta HCoV OC43. Hal ini diperkirakan karena seluruh virus corona yang menempel pada tubuh manusia itu memiliki ukuran genomik yang mirip dan serupa. Sinar UVC jauh diperkirakan cukup efisien juga untuk upaya inaktivasi yang serupa terhadap SARS CoV 2 serta virus corona.

Lampu UVC germicidal konvensional, dengan panjang gelombang 254 nm bisa digunakan untuk melakukan desinfeksi ruang kosong seperti yang ada pada ruang rumah sakit yang kosong ataupun di dalam mobil serta kereta bawah tanah yang sedang kosong. Meski paparan secara langsung lampu UV konvensional pada ruang publik yang ditempati, atau yang sedang berisi manusia tidak dianjurkan karena sifat sinar tersebut yang karsinogen. Berbeda antara  cahaya UV germicidal, dengan cahaya far UVC berukuran 207 nm hingga 222 nm yang cukup aman dan tidak dapat menembus hingga ke lapisan kulit sel mati luar, maupun juga hingga ke lapisan bagian dalam mata di balik kelopak, ataupun bahkan pada sitoplasma sel manusia.

Dengan demikian, maka sinar UVC jauh yang tidak dapat mencapai ataupun merusak sel-sel hidup pada kulit manusia serta jaringan mata manusia, bisa dimanfaatkan untuk membasmi aneka virus dan bakteri tanpa membahayakan manusianya. Desinfeksi udara yang dilakukan dengan secara terus menerus dengan sinar UVC jauh pada batas peraturan tertentu mampu mengurangi kandungan virus di udara dalam lingkungan dalam ruangan yang ditempati oleh manusia. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Profesor David Brenner, yakni seorang penulis senior dalam penelitian tersebut yang dikutip oleh Sci News. Sebelumnya
Profesor Brenner beserta partner rekannya telah meneliti dan mendapat hasil bahwa sinar UVC 222 nm bisa dengan aman digunakan untuk membunuh virus influenza H1N1 yang terdapat di udara.


Lampu UVC LED
Kini telah tersedia di pasaran dan dijual lampu UVC LED yang bisa dimanfaatkan untuk mencegah penularan dan tumbuh kembang virus Corona atau Covid 19 dan berbagai mikroorganisme aneka jenis virus dan bakteri lainnya, yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Lampu UVC LED ini pun telah mulai dipasang dan dipergunakan di berbagai tempat publik atau tempat-tempat umum di Amerika Serikat maupun di RRC  juga telah dipergunakan untuk mensterilisasi berbagai macam jenis benda. Lampu UVC LED ialah suatu lampu ultra violet Ray sinar UV tipe C dengan panjang gelombang yakni 280 nm. Sinar UVC mampu menjalankan fungsi untuk membunuh bakteri, dan virus, serta jamur, juga lumut dan lain sebagainya. Sedangkan lampu jenis LED merupakan suatu komponen elektronika yang terbuat dari suatu bahan semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya jika dialiri oleh arus listrik tertentu. LED sendiri merupakan suatu singkatan dari istilah Light Emitting Diode. Suatu temuan teknologi yang terbarukan dari suatu jenis lampu, yang memiliki beberapa keunggulan hasil penyempurnaan dari lampu pijar konvensional, antara lain bisa lebih efektif kerjanya sehingga bisa lebih hemat energi dan lain sebagainya.

Mencegah selalu lebih baik. Tak ada salahnya mencoba menggunakan lampu UVC LED guna menangkal dan memutus tali rantai perkembangan dan penularan virus Corona atau wabah Covid 19.
 

* * * *
More News From Us
Find Our Products

Proteksi Superior Polusi Udara, lindungi diri mu sekarang!
Temukan produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anda