Apakah Benar Sinar UVC Untuk Corona?
Information
20 Nov 2020
Share

Covid-19 adalah virus yang menyebabkan kecemasan global bukan hanya di dua atau tiga negara saja, namun diseluruh belahan dunia. Oleh karenanya, virus ini harus segera dihentikan penyebarannya dengan mencari pengobatan yang benar – benar efektif. Ilmuwan terus melakukan percobaan dan penelitian untuk menemukan cara yang tepat untuk menekan penyebaran virus ini. Salah satu yang menarik perhatian peneliti adalah sinar ultraviolet. Sinar ini adalah jenis sinar yang untuk menghentikan patogen yang mana secara teori juga bisa digunakan untuk menghentikan virus Covid-19 ini. Namun penggunaannya juga tidak boleh sembarangan, harus dengan dosis yang tepat. Dengan kata lain, tidak semua alat yang memiliki pancaran sinar ultraviolet dapat membunuh virus. 


Jenis Sinar Ultraviolet
Pada dasarnya sinar ultraviolet dibagi menjadi beberapa bagian, ada UVA, UVB dan UVC. Ketiganya memiliki beberapa perbedaan diantaranya:

1. UVA

Sinar UVA adalah jenis dari sinar ultraviolet yang berada pada  gelombang 315 - 400 nm Sinar ini memiliki panjang gelombang yang lebih tinggi, tetapi tingkat energinya lebih rendah dibandingkan dengan UVB dan UVC. 

2. UVB

Sinar UVB berada pada pita gelombang 280 - 325 nm. Sebagian sinar diserap oleh lapisan ozon, dan sebagiannya masih bisa menembus atmosfer.

3. UVC

Sinar UVC memiliki panjang gelombang yang paling pendek namun tingkat energinya paling tinggi diantara ketiga jenis sinar UV. Sinar ini digunakan dalam beberapa alat yang menguntungkan bagi manusia, yaitu bola lampu pembunuh bakteri khusus, obor las dan lampu merkuri. Sinar ini juga banyak digunakan sebagai desinfektan. Sinar ini tidak dapat sampai menembus atmosfer sehingga tidak menimbulkan dampak apapun ke kulit. Namun paparan sinar yang digunakan pada lampu buatan manusia dapat membuat kulit menjadi terbakar, bisul dan lesi.


Cara Kerja Sinar UV
Sebuah studi menyebutkan bahwa sinar UVC yang memiliki panjang gelombang 254 nm dapat digunakan untuk menghentikan influenza H1N1 dan virus corona lain seperti SARS-CoV dan MERS-CoV. Lebih jelasnya lagi, UVC-254 mampu melakukan hal tersebut dikarenakan panjang gelombangnya dapat menyebabkan lesi pada DNA dan RNA yang mana dapat membuatnya tidak dapat bereplikasi. Hal ini membuat virus atau mikroorganisme dapat dinonaktifkan. Namun kemampuan itu juga membuat sinar uvc berbahaya bagi kulit karena dapat merusak DNA. Oleh karenanya, penggunaan sinar ini harus mendapatkan evaluasi lebih lanjut dari tim medis. 


Penggunaan Sinar UVC Untuk Corona Di Ruang Tertutup
Beberapa ahli mengatakan bahwa menggunakan sinar UVC di ruang tertutup dapat memunculkan potensi membunuh virus. Namun dalam ruangan tersebut harus bersih dari orang. Alat yang digunakan untuk hal tersebut juga memiliki kemampuan untuk bisa mati dengan otomatis saat ada yang masuk ke ruangan. 


Penggunaan Sinar UVC Corona Harus Dalam Dosis yang Tepat
Namun masih ada keraguan yang dirasa berhubungan dengan efektifitas lampu UVC dalam membunuh virus corona bersarkan kualitasnya. Lampu dengan sinar UVC memiliki kontrol kualitas yang rendah sehingga tidak benar – benar menjamin patogen akan hilang dengan sempurna. Oleh karenanya, dosis penggunaanya harus diperhatikan degan baik agar alat dapat melakukan tugasnya. Beberapa ahli medis sedang mengembangkan perangkat yang menggunakan sinar UVC untuk dijadikan pelindung diri terhadap virus. Namun semua masih akan didiskusikan dan dievaluasi kembali oleh peneliti. Jika memang dapat digunakan dengan dosis tepat, bertanggungjawab dan akurat maka sinar UVC memilki potensi yang sangat besar untuk menghentikan virus Covid-19.
 

* * * *
More News From Us
Find Our Products

Proteksi Superior Polusi Udara, lindungi diri mu sekarang!
Temukan produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anda